5 Makanan Unik Khas Ramadhan Di Berbagai Negara - IT Garla

Breaking

Selamat datang di IT Garla, Dimana Kita Bisa Berbagi Ilmu Tentang Teknologi, Update News dan Bebagai Macam Artikel.

Sunday, November 29, 2015

5 Makanan Unik Khas Ramadhan Di Berbagai Negara

5 Makanan Unik Khas Ramadhan Di Berbagai Negara

5 Makanan Unik Khas Ramadhan Di Berbagai Negara

Tak hanya di Indonesia, berbagai hidangan yang hanya tersedia di bulan Ramadhan juga ternyata dimiliki negara-negara lain. Dan di setiap negara, hidangan untuk berbuka puasa memiliki keunikan tersendiri sesuai dengan selera warganya. Dari mulai makanan yang berkuah dan kental, hingga hidangan yang manis dan segar, semua sajian kuliner itu memanjakan orang-orang yang beribadah puasa saat adzan magrib berkumandang. Sebuah kenikmatan yang tidak terhingga setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Namun, tentu saja sajian yang serba istimewa itu jangan sampai mengganggu kekhusyuan ibadah puasa Anda. Selain itu, konsumsilah makanan secukupnya dan tidak berlebihan. Jangan sampai karena terlalu bernafsu, Anda menyantap makanan tanpa basa-basi. Padahal perut yang kosong seharian, membutuhkan adaptasi sebelum kembali bekerja mencerna makanan. Apa sajakah kuliner khas dari berbagai negara saat bulan Ramadhan? 

1. Roti Pide dan Gullac dari Turki 

Yang pertama kita akan mencicipi makanan khas dari salah satu Negara di Eropa, Turki. Sebagai Negara yang dihuni mayoritas umat islam, warga Turki punya tradisi Ramadhan tersendiri. Mereka memiliki makanan sahur dan berbuka yang unik dan has. Bahkan, ada pula makanan yang hanya bisa ditemukan saat bulan puasa. Seperti umat islam di belahan dunia lainnya, umat islam di Turki menyambut bulan Ramadhan dengan penuh sukacita. Negara yang pernah mencapai kejayaannya pada masa kesultanan Ottoman ini pun memiliki menu yang spesial saat Ramadhan tiba. Selama bulan suci, setiap rumah makan di pelosok Turki, terutama di kota besarnya menyajikan menu-menu berbuka puasa. Makanan yang khas disajikan pada bulan puasa adalah roti pide, yaitu roti tradisional yang dipanggang, terbuat dari adonan terigu, ragi instan, minyak zaitun, air hangat, dan susu murni. Setelah matang biasa disajikan dengan taburan biji nigela dan topping yogurt. Di Turki, roti pide biasanya merupakan salah satu bagian dari set menu, yang dibuka dengan sup iftariye, roti pide, pastirma, sjuk, dan bermacam kue yang disebut borek. Hidangan utamanya adalah makanan khas dan tradisional Ottoman. Sementara untuk penutup ada gullac yang manis dan agak kenyal. Lembar pastry gullac yang direndam di susu hangat, taburan walbut cincang di tengah-tengahnya, serta siraman air mawar untuk menambah aroma. Jika di Turki dessert ini ditaburi oleh biji delima, maka di Indonesia diganti dengan potongan stroberi. Gullac adalah dessert dingin khas Ramadhan di Turki. Di luar bulan suci, jangan harap bisa menemukan makanan manis ini dengan mudah karena gullac pastry tidak diproduksi. Gullac pastry adalah lembaran tipis berbentuk bundar dan besar yang terbuat dari tepung maizena dan terigu. Dengan populasi umat muslim yang mencapai 98 persen di Negara tersebut, menu-menu khas tradisional semacam itu mendominasi sejumlah restoran dan rumah makan di kota-kota besar seperti Istanbul. Beberapa restoran mewah bahkan mengemasnya dalam format fine dining yang dipadukan dengan suguhan musik khas timur tengah. Salah satu tempat yang ramai dikunjungi saat jam buka puasa adalah Sultanahmet Square, tak jauh dari Masjid Sultan Ahmed atau Blue Mosque. Di tempat ini, puluhan tenda restoran menyajikan aneka menu tradisional khas Ramadhan dengan berbagai hiburan seni yang khas. 

2. Mansaf dan Qatayef Ala Yordania 

Yordania memiliki hidangan khas yang fantastis dan sangat lezat, yaitu mansaf. Keunikan dan keistimewaan mansaf adalah saus putih terbuat dari susu kambing kering asin, yaitu jameed. Mansaaf memiliki tiga bahan dasar, yaitu beras, daging, dan susu kambing. Makanan disajikan dalam baki bulat besar dan dimakan dengan menggunakan tangan tanpa sendok ataupun garpu sebagaimana tradisi masyarakat Yordania. Ketika adzan maghrib berkumandang, biasanya setiap anggota keluarga Yordania berkumpul di depan baki berisi mansaf dan mulai mencomotnya. Kebersamaan dalam menikmati mansaf juga semakin menambah ikatan sosial antara anggota keluarga atau antara tuan rumah dengan tamunya. Jika Anda mengunjungi Yordania, tidak lengkap rasanya jika tidak mencicipi hidangan mansaf. Makanan favorit lain saat bulan Ramadhan di Yordania adalah qatayef. Bentuknya mirip pastel dengan isian kacang yang gurih. Makanan sejenis pangsit ini dibuat dari adonan terigu dengan aroma kayu manis dan diisi dengan kacang kenari dan gula. Makanan penutup ini biasa disajikan selama bulan Ramadhan. Sebagai pelengkap, orang Yordania biasa mengonsumsinya ditemani dengan sirup madu. Tak perlu bingung mencari qatayef saat bulan Ramadhan di Yordania karena makanan tradisional ini banyak dijual pedagang kaki lima. Teksturnya yang lembut dan manis diselingi kerenyahan butiran kacang saat dikunyah. Untuk membuatnya, adonan qatayef dituangkan ke dalam hot plate bulat mirip dengan pancake. Setelah matang adonan dilipat. Kue ini juga diisi hazelnut, walnut, almond, dan pistachio. 

3. Hyderabad Haleem, India 

Makanan khas India saat bulan Ramadhan adalah Hyderabad Haleem. Makanan ini merupakan makanan khas yang mirip dengan bubur gandum tradisional dengan cita rasa yang pedas dan gurih. Lalu apa keunikan haleem dari bubur yang ada di Indonesia. Ternyata keunikan bubur khas India ini terletak pada bahan dasarnya. Apabila di Indonesia bubur biasanya terbuat dari beras dan ditaburi dengan daging cincang seperti bubur ayam, maka di Hyderabad, India, bahan dasarnya justru adalah daging ayam atau danging sapi. Daging ayam atau sapi dimasukkan ke dalam tungku besar dan direbus dengan ghee sampai hancur dan lembut, dengan suhu yang sangat tinggi. Ghee mirip dengan margarin yang dibuat dari lemak susu sapi atau kerbau melalui suatu proses tertentu. Daging yang sudah hancur selanjutnya dihidangkan dengan kuah yang dibuat dari rempah-rempah ala India. Haleem biasa dijual di bulan Ramadhan karena memang ini makanan khas Ramadhan, bahkan bisa dibilang makanan orang muslim. Karena makanan ini tergolong kategori nonvegetarian. Seperti kita tahu, mayoritas rakyat India memeluk agama Hindu yang sangat menghormati sapi dan sebagian besar merupakan vegetarian. Haleem biasa dijual di daerah perkampungan muslim di India pada bulan Ramadham, di daerah-daerah berpenduduk muslim itu banyak dijumpai para penjual bubur ini yang buka sejak menjelang maghrib hingga tengah malam. Dengan harga yang cukup murah dan rasanya yang lezat, haleem merupakan penganan khas yang sangat digemari penduduk muslim India. 

4. Tabbouleh dan Hummus Asal Lebanon 

Mungkin Anda sudah terbiasa memakan salad, tapi apakah Anda pernah mencicipi salad khas Lebanon. Tabbouleh, keunikannya apabila salad biasa terdiri dari buah ataupun sayuran, maka khusus salad yang satu ini, ada campuran bulgur atau durum di dalamnya. Rasanya renyah, segar, cocok sebagai menu pembuka yang unik. Tabbouleh juga menjadi salah satu jenis makanan yang cukup diminati di hampir sekuruh Negara timur tengah. Tabbouleh adalah jenis salad yang terdiri dari potongan parsley, daun mint, bawang bombay, bulgur, dan dilumuri saus lemon dengan minyak zaitun. Bulgur yang dipakai dalam membuat tabbouleh ini adalah sejenis sereal yang berasal dari durum wheat. Bulgur ini cukup banyak digunakan di berbagai jenis masakan timur tengah dan Yunani. Di Arab, tabbouleh dikenal dengan nama kisir, sedangkan di Siprus dikenal dengan nama tambouli. Tabbouleh ini enak disantap dengan hummus dan beberapa jenis makanan khas timur tengah lainnya. Tabbouleh diambil sedikit atau dicocol dengan sepotong kecil pita bread dan langsung dimakan. Bisa juga diisikan pada pita bread lalu digulung dan dimakan. jenis makanan lainnya yang populer di timur tengah, khususnya di Lebanon adalah hummus. Selain enak buat berbuka, makanan ini juga enak dimakan sebagai camilan yang disantap bersama pita bread. Makanan yang biasa digunakan sebagai selai pada pita bread ini berbahan dasar kacang kedelai yang dihaluskan, lentini, tahini, minyak zaitun, air lemon, garam, dan bawang putih. Hummus sudah dikenal sejak ratusan tahun yang lalu. Hummus juga banyak mengandung vitamin c, zat besi, asam folat, protein, dan vitamin B6 yang tinggi didapat dari tanaman sejenis kacang-kacangan yang menjadi bahan dasarnya. Kandungan seratnya pun tak kalah tinggi, sehingga sangat baik untuk pencernaan dan bagi mereka yang sedang menjalani program diet. 

5. Falafel Gorengan Khas Timur Tengah 

Apakah Anda penggemar gorengan? Bila ya, Anda mungkin perlu mencoba falafel. Gorengan khas timur tengah. Berbeda dengan gorengan di Indonesia yang didominasi dengan tepung terigu, falafel dibuat dari kacang giling. Biasanya jenis kacang yang digunakan adalah chickpeas atau kacang arab ditambah telur, bumbu, dan sedikit tepung. Dibentuk bulat pipih dan digoreng dengan minyak panas. Falafel biasanya dibungkus dengan roti pita atau lafa, yaitu roti khas timur tengah atau mediterania yang pipih dan biasanya dipanggang sebelum disajikan. Cara menyajikan falafel cukup mudah karena sama dengan menyajikan gorengan. Apalagi falafel pun cocok dengan hampir semua jenis saus dan salad, misalnya dengan saus salsa, saus pedas, saus keju mayo atau mungkin dengan yogurt, sehingga bisa tampil menarik dan sehat. Falafel merupakan hidangan yang popular ketika bulan Ramadhan tiba di timur tengah. Dalah satunya di Palestina. Di Negara yang terkoyak oleh perang ini, sering diadakan buka puasa missal yang melibatkan ribuan orang. Salah satu makanan pembukanya tentu saja gorengan manis khas timur tengah yang bernama falafel. Saking sedapnya falafel, bahkan penjajah Palestina, Israel pun iku-ikutan latah menjadi penikmat falafel. Bahkan seperti wataknya yang suka mengklaim barang milik orang lain, Israel pun mengaku-ngaku falafel sebagai makanan asli orang yahudi saking nikmatnya kudapan ini. 

Sumber :artikelmenarikunik

No comments:

Post a Comment