Pisang Terbesar Di Dunia Musa Ingens - IT Garla

Breaking

Selamat datang di IT Garla, Dimana Kita Bisa Berbagi Ilmu Tentang Teknologi, Update News dan Bebagai Macam Artikel.

Saturday, February 13, 2016

Pisang Terbesar Di Dunia Musa Ingens

Kita semua tentu telah mengenal pisang, baik buah maupun pohonnya. Ya pohon pisang bisa dikatakan menjadi ciri khas wilayah-wilayah tropis.

Ada berbagai jenis pisang yang kita kenal, dari pisang ambon hingga pisang gendruwo. Tapi apakah Anda pernah mendengar tentang Musa Ingens, yang adalah jenis pisang raksasa?



Musa Ingens adalah spesies pisang langka yang bisa mencapai ukuran mengejutkan. Musa Ingens, adalah pohon pisang terbesar di dunia yang tumbuh di hutan Papua Nugini dan Indonesia. Ini adalah spesies pisang tertinggi dan tanaman herba terbesar di dunia.

Ukuran pisang Musa Ingens sangat mengesankan. Pohon pisang ini dapat tumbuh hingga setinggi 15 meter; lingkar pangkal (bawah) batang semunya dapat mencapai 2 m. Sementara itu daun dapat mencapai panjang 5 meter dan lebar 1 meter. Itu benar-benar tak terduga.

Jika berbuah, setandan pisang ini bobotnya bisa mencapai 60 kilogram dengan panjang perbuah 18 cm dan diameter 3-4cm. Biji-bijinya berdiameter rata-rata 4-10 mm, dan buahnya tidak layak dimakan seperti lazimnya pisang. Bunga pisang atau biasa disebut jantung pisang jenis ini, menggantung sangat besar. Bunga bakal pisang bisa sepanjang 10 cm. Jantung pisang bisa berjumlah 20 sisir, masing-masing 16-25 bunga. Tidak heran begitu banyak orang yang terpesona dengan tanaman pisang ini.




Sangat sulit menemukan benih pisang jenis ini. Kalaupun ada ditemukan, pengembangbiakannya sangat sulit karena biji untuk tumbuh menjadi cambah saja memakan waktu satu tahun atau lebih.

Habitat Musa Ingens adalah hutan tropis dataran tinggi sekitar 1350-1800 meter di atas permukaan laut. Mereka beradaptasi untuk tumbuh di iklim dingin. Fitur Musa Ingens ini sepenuhnya dijelaskan oleh NW Simmonds tahun 1960 sementara Jeff Daniells mempopulerkan tanaman ini setelah kunjungan studinya ke Papua Nugini pada tahun 1989.
Sumber : versesofuniverse

No comments:

Post a Comment